Daftar Gedung Resepsi di Semarang

Daftar Gedung Resepsi di Semarang

Ketika Anda memiliki daftar tamu dan banyak dan ditunjang budget Anda yang juga berlebih, maka biasanya Anda memilih melaksanakan resepsi di gedung pertemuan.  Bisa saja Anda memilih sanggar rias pengantin terlebih dahulu, salah satunya adalah Sanggar Rias Dian Pravita atau mendapatkan lokasi gedung resepsi pernikahan dahulu.  Tergantung bagaimana situasinya. Namun ada beberapa hal yang patut Anda pertimbangkan dalam memilih gedung resepsi di Semarang, antara lain: Data jumlah tamu yang diundang agar bisa menentukan luas gedung yang akan dipakai Pilih gedung resepsi yang sesuai budget Usahakan memilih yang paling dekat dengan rumah Saat survey, tanyakan kelengkapan sarana prasarana gedung Dibawah ini kami merilis daftar gedung resepsi di Semarang yang bisa Anda pilih berdasarkan keperluan dan kriteria Anda. Gedung Wanita (Ghriya Karya Wanita Tama) Alamat: JL. Sriwijaya, No. 29, Tegalsari, Candisari, Semarang Telp : (024) 8311044 Biaya Sewa : Rp 6.000.000 Gedung TBRS (Taman Budaya Raden Saleh) Semarang Alamat: Jl. Sriwijaya No 29 Semarang Telp: 024 8311220 Biaya Sewa: + Rp 1.500.000 Gedung POLDA Jateng Alamat: Jalan Pahlawan Semarang Biaya Sewa : + Rp 10.000.000 Gedung Rimba Graha Semarang Alamat :  Jl Pahlawan No 15-17 Telp :(024) 8315964 Biaya Sewa: + Rp 7.500.000 Pesta Keboen Alamat: Jl Veteran 29Semarang Telp: 024-70297029 Vina House Alamat : Jl. Diponegoro, No. 29 Semarang Telp: 024-8454000 Biaya Sewa : Klik Disini Gedung KORPRI Satya Graha ALamat : Jl. Ki Mangunsarkoro No.11, Semarang Telp: 024-8412060 Gedung Juang 45 JL Pemuda No.163, Semarang Telp :  024-3520206 Hotel Pandanaran Alamat : Jalan Pandanaran No. 58 Semarang Telepon : (024) 8452952 Biaya: Klik Disini Gedung Ronggo Warsito Alamat: Jl. Abdul Rahman Saleh No.1 Semarang Telepon: (024) 7613506 Biaya Sewa : + Rp 5.500.000 Hotel Grasia Alamat: Jl. S. Parman No. 29 Semarang Telepon: (024) 8444777 Biaya Sewa: Rp 3.500.000 Klik...
Tuladha Panyandra Penganten Jawa

Tuladha Panyandra Penganten Jawa

1. Penganten Putri Kalenggahaken ing Sasana Rinengga (sinubagya ungeling Gendhing Ketawang Puspawarna Slendro Manyura) Binarung swaraning pradangga munya angrangin, ana ganda arum angambar ngebeki jroning sasana pawiwahan, nulya kawuryan ana teja angenguwung mawa praba, tuhu punika tejane penganten putrid ingkang binayangkare mijil saking tepas wangi, kinanthi manjing sasana rinengga. Simpating busana ingkang angemba busananing prameswari nata, tinon saking madrawa ambyor mopyor pating galebyar pating clorot, katempuk ing pandam kurung ingkang anggregani, lamun cinandra kadya kilat asesiring. Amucang kangingan denira lumaksana penganten putrid, membat madya lumenggang ing warih. Meloking wadana samunu agilar-gilar kadya kencana binabar, sunaring netra adamar kanginan. Wewening pranaja singget kapathet ing ageman, pindha cengkir gading dipingit, yayah anjebol-jebolna mekak madya ingkang minangka setubandaning sarira. Kicating pada katon pating galebyar dening rerengganing canela ingkang tinaretes ing sesotya nawaretna, ginantha ing wardaya candrane kaya wredhu angga sasra lumaku ing wanci dalu. 2. Penganten Kakung Mlebet ing Sasana Pawiwahan (Kabarung ungeling Gendhing Ladrang Wilujeng Pelog Barang) Kumenyar mawa prabawa, kentar-kentar winor ganda wida. Sumirat ambabar teja maya, saya dangu saya cetha, saya caket saya ngalela. Prnyata punika tejaning penganten kakung ingkang binayangkarya mijil saking wisma palereman. Kinanthi manjing sasna pawiwahan. Mubyar-mubyar busananing penganten kakung inkang angemba busananing narapati., lamun kadulu katon agung, mrabu, miwah mrabawa. Agung ateges kebak ing kaindahan kang sanyata adi luhung; dene mrabu ateges pindha jejering narindra kebekan ing kawibawan luhur; mrabawa ateges sinnung prabawa adi endah milangoni. Dhamyak-dhamyak igkang samya lumaksana angayap sang pinangtyan kakung, pinarangan dening para kadang santana miwah warga wandawa. Dhasar penganten kakung anyardula lapa tindake, riyak anggajang ngoling, lembehan merak kasimpir. Sarira amrabata, sembada ing driya tan mingkuh saliring kewuh; yen ta...
Tips Bulan Madu Hemat

Tips Bulan Madu Hemat

Bulan madu bisa dianggap sebagai sesuatu yang penting bagi sebagian orang setelah melakukan ritual pernikahan yang melelahkan sekaligus membahagiakan.  Namun ketika budget tidak memenuhi syarat untuk bulan madu yang mewah, misalnya tur keliling dunia, apakah kita harus membatalkan acara bulan madu tersebut?  Berikut ini tips bulan madu hemat bagi Anda. Tips Bulan Madu Rencanakan bulan madu sejak awal Perencanaan adalah cara terbaik untuk membuat bulan madu berjalan efektif. Dengan rencana yang pantas dan tepat Anda bisa memperoleh keuntungan dari paket-pakethoneymoon dan promosi yang ditawarkan oleh resor atau hotel. Ada banyak destinasi bulan madu yang menawarkan diskon besar-besaran untuk reservasi yang dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya. Beberapa bahkan berani memberi penawaran potongan harga hampir 50 persen untuk pasangan yang  melakukan pemesanan beberapa bulan sebelum hari pernikahan mereka. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa para honeymooners tertarik untuk menginap dan menghabiskan bulan madu di sana. Dengan memanfaatkan beragam penawaran dan promosi ini, Anda bukan hanya bisa menghemat namun juga dapat merencanakan biaya bulan madu lebih awal. Back to Nature  Ide keempat ini bisa dipertimbangkan. Bagaimana jika Anda dan si dia memanfaatkan bulan madu untuk bersatu dengan alam, alih-alih menginap di hotel? Pasangan pengantin yang memang adalah pencinta alam dapat memilih berkemah di alam dan menikmati indahnya berteman bulan dan bintang di langit malam. Ini adalah ide istimewa dan romantis, terutama jika selain pencinta alam, Anda juga tak berniat menghabiskan banyak uang di hotel butik atau hotel bintang 5. Uang yang berhasil Anda hemat bisa dimanfaatkan untuk membeli kebutuhan lain yang lebih penting dan butuh biaya besar. Sebentar namun berkesan Tidak perlu menghabiskan waktu lama untuk berbulan madu. Anda masih bisa mendapatkan bulan madu yang berkesan dalam waktu...
#3: Makna dan Istilah Pernikahan Adat Jawa

#3: Makna dan Istilah Pernikahan Adat Jawa

Rangkaian upacara pernikahan adat Jawa yang panjang bukan tanpa makna, namun mengandung pesan yang dalam bagi kedua mempelai maupun bagi keluarganya. Makna dan istilah pada rangkaian upacara pengantin adat Jawa bisa dijelaskan seperti dibawah ini. 1. TARUB Kata benda yang menunjukan pengertian dari satu “ bangunan darurat “ yang khusus didirikan pada dan di sekitar rumah orang yang mempunyai hajat menyelenggarakan peralatan perkawinan / Ngunduh Temanten, dengan tujuan rasional dan irrasional. Rasional : Membuat tambahan ruang untuk tempat duduk tamu dan lain-lainnya Irrasional : Karena pembuatan tarub menurut adat harus disertai dengan macam macam persyaratan khas yang disebut srana-srana / sesaji, maka yang demikian itu mempunyai tujuan “ keselamatan lahir batin “ dalam memangku-kerja-perkawinan itu dalam arti luas Adapun Srana Tarub yang pokok disebut tuwuhan dengan maksud supaya berkembang di segala bidang bagi kedua mempelai terdiri dari : a) Sepasang pohon pisang-raja yang berbuah, maknanya adalah : • Agar mempelai kelak menjadi pimpinan yang baik bagi keluarganya/ lingkungannya/bangsanya • Seperti pohon pisang dapat tumbuh dan hidup di mana saja maka diharapkan bahwa mempelai berdua pun dapat hidup dan menyesuaikan diri di lingkungan mana pun juga dan berhasil (berubah) b) Sepasang Tebu Wulung Tebu : antipening kalbu = tekad yang bulat Wulung : mulus = matang Maknanya, dari mempelai diharapkan agar segala sesuatu yang sudah dipikir matang-matang dikerjakan/dilaksanakan dengan tekad yang bulat, pantang mundur (“mulat sarira hangrasawani”) c) Dua janjang kelapa gading yang masih muda Kelapa gading : Kelapa yang kulitnya kuning Kelapa muda : cengkir Maknanya, kencengin pikir = kemauan yang keras Dari mempelai diharapkan agar memiliki “kemauan yang keras” untuk dapat mencapai tujuan d) Daun : beringin Daun...
#2: Rangkaian Upacara Pernikahan Adat Jawa

#2: Rangkaian Upacara Pernikahan Adat Jawa

Rangkaian upacara pernikahan adat Jawa dapat diuraikan dari awal sampai akhir sebagai berikut : Upacara siraman pengantin putra-putri Upacara malam midodareni Upacara akad nikah / ijab kabul Upacara panggih / temu Upacara resepsi Upacara sesudah pernikahan Penjelasan dari rangkaian upacara tersebut adalah: 1. Upacara Siraman Pengantin Putra-putri Upacara siraman ini dilangsungkan sehari sebelum akad nikah (ijab kabul). Akad nikah dilangsungkan secara/menurut agama masing-masing dan hal ini tidak mempengaruhi jalannya upacara adat. Langkah-langkah yang perlu diperhatikan pada upacara siraman adalah : a) Siraman Pengantin Putri  Pengantin putri pada upacara siraman sebaiknya mengenakan kain dengan motif Grompol yang dirangkapi dengan kain mori putih bersih sepanjang dua meter dan pengantin putri rambutnya terurai. Yang bertugas menyiram pengantin putri adalah : Bapak dan Ibu pengantin putri, disusul Bapak dan Ibu pengantin putra, diteruskan oleh orang-orang tua serta keluarga yang dianggap telah pantas sebagai teladan. Siraman ini dilanjutkan dan diakhiri juru rias dan paling akhir adalah dilakukan oleh pengantin sendiri, sebaiknya pergunakan air hangat agar pengantin yang disirami tidak masuk angin. b) Siraman Pengantin Putra Urut-urutan upacara siraman pengantin putra adalah sama seperti sirama pengantin putri hanya yang menyiram pertama adalah Bapak pengantin putra. Setelah upacara siraman pengantin selesai, maka pengantin putra ke tempat pemondokan yang tidak jauh dari tempat kediaman pengantin putri. Dalam hal ini pengantin putra belum diizinkan tinggal serumah dengan pengantin putri. Sedangkan pengantin putri setelah siraman berganti busana dengan busana kerik, yaitu pengantin putri akan dipotong rambut bagian depan pada dahi secara merata. 2. Upacara Midodareni  Dalam upacara midodareni pengantin putri mengenakan busana polos artinya dilarang mengenakan perhiasan apa-pun kecuali cincin kawin. Dalam malam midodareni itulah baru dapat dikatakan pengantin...
#1: Kronologi Pernikahan Adat Jawa

#1: Kronologi Pernikahan Adat Jawa

Pernikahan adat Jawa melalui beberapa tahap yang harus dilalui, mulai dari tahap pembicaraan hingga tahap yang paling penting yaitu akad nikah. Seperti apa rangkaian tahap tersebut? Simak ulasan berikut ini. 1. Congkok Pihak laki-laki mengirimkan seseorang sebagai perwakilan untuk menanyakan dan mencari informasi tentang kondisi dan situasi calon besan yang puterinya akan dilamar. Hal ini untuk mengetahui status calon mempelai perempuan, apakah masih sendiri atau ada pihak yang mengikat. 2. Salar Beberapa waktu  kemudian, pihak laki-laki mengirimkan utusan lagi, baik utusan yang pertama pada acar congkok atau orang lain. Pada acar ini, jawaban pada acara Congkok akan ditanyakan dan haru  dijawab oleh pihak perempuan. 3. Nontoni Setelah keluarga/orangtua calon mempelai perempuan memberikan jawaban persetujuan, maka keluarga beserta calon mempelai pria datang berkunjung ke rumah calon mempelai wanita untuk saling “dipertontonkan”. 4. Ngalamar Pada acara ini, orang tua calon mempelai pria datang untuk melamar pada hari yang telah ditetapkan. Pada acara ini biasanya langsung dibicarakan waktu hari pernikahan dan kapan dilakukan rangkaian upacara pernikahan. 5. Srah-Srahan Pihak laki-laki memberikan seperangkat perlengkapan berupa barang-barang yang masing-masing memiliki arti dan makna mendalam. Barang tersebut antara lain adalah cincin, seperangkat busana wanita, perhiasan, makanan tradisional, buah-buahan, daun sirih dan uang. 6. Peningsetan Untuk mengikat antara kedua calon mempelai dan keluarga maka diadakan acara peningsetan yang ditandai dengan tukar cincin oleh kedua calon mempelai. 7. Asok Tukon Acara ini adalah penyerahan dana berupa sejumlah uang untuk meringankan keluarga calon mempelai wanita dalam mempersiapkan acara pernikahan. 8. Paseksen Prosesi ini adalah permohonan doa restu kepada dan yang menjadi saksi pada acara ini adalah mereka yang hadir namun ada juga pihak yang ditunjuk menjadi saksi secara...
Halaman 1 dari 212