Tips Bulan Madu Hemat

Tips Bulan Madu Hemat

Bulan madu bisa dianggap sebagai sesuatu yang penting bagi sebagian orang setelah melakukan ritual pernikahan yang melelahkan sekaligus membahagiakan.  Namun ketika budget tidak memenuhi syarat untuk bulan madu yang mewah, misalnya tur keliling dunia, apakah kita harus membatalkan acara bulan madu tersebut?  Berikut ini tips bulan madu hemat bagi Anda. Tips Bulan Madu Rencanakan bulan madu sejak awal Perencanaan adalah cara terbaik untuk membuat bulan madu berjalan efektif. Dengan rencana yang pantas dan tepat Anda bisa memperoleh keuntungan dari paket-pakethoneymoon dan promosi yang ditawarkan oleh resor atau hotel. Ada banyak destinasi bulan madu yang menawarkan diskon besar-besaran untuk reservasi yang dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya. Beberapa bahkan berani memberi penawaran potongan harga hampir 50 persen untuk pasangan yang  melakukan pemesanan beberapa bulan sebelum hari pernikahan mereka. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa para honeymooners tertarik untuk menginap dan menghabiskan bulan madu di sana. Dengan memanfaatkan beragam penawaran dan promosi ini, Anda bukan hanya bisa menghemat namun juga dapat merencanakan biaya bulan madu lebih awal. Back to Nature  Ide keempat ini bisa dipertimbangkan. Bagaimana jika Anda dan si dia memanfaatkan bulan madu untuk bersatu dengan alam, alih-alih menginap di hotel? Pasangan pengantin yang memang adalah pencinta alam dapat memilih berkemah di alam dan menikmati indahnya berteman bulan dan bintang di langit malam. Ini adalah ide istimewa dan romantis, terutama jika selain pencinta alam, Anda juga tak berniat menghabiskan banyak uang di hotel butik atau hotel bintang 5. Uang yang berhasil Anda hemat bisa dimanfaatkan untuk membeli kebutuhan lain yang lebih penting dan butuh biaya besar. Sebentar namun berkesan Tidak perlu menghabiskan waktu lama untuk berbulan madu. Anda masih bisa mendapatkan bulan madu yang berkesan dalam waktu...
#3: Makna dan Istilah Pernikahan Adat Jawa

#3: Makna dan Istilah Pernikahan Adat Jawa

Rangkaian upacara pernikahan adat Jawa yang panjang bukan tanpa makna, namun mengandung pesan yang dalam bagi kedua mempelai maupun bagi keluarganya. Makna dan istilah pada rangkaian upacara pengantin adat Jawa bisa dijelaskan seperti dibawah ini. 1. TARUB Kata benda yang menunjukan pengertian dari satu “ bangunan darurat “ yang khusus didirikan pada dan di sekitar rumah orang yang mempunyai hajat menyelenggarakan peralatan perkawinan / Ngunduh Temanten, dengan tujuan rasional dan irrasional. Rasional : Membuat tambahan ruang untuk tempat duduk tamu dan lain-lainnya Irrasional : Karena pembuatan tarub menurut adat harus disertai dengan macam macam persyaratan khas yang disebut srana-srana / sesaji, maka yang demikian itu mempunyai tujuan “ keselamatan lahir batin “ dalam memangku-kerja-perkawinan itu dalam arti luas Adapun Srana Tarub yang pokok disebut tuwuhan dengan maksud supaya berkembang di segala bidang bagi kedua mempelai terdiri dari : a) Sepasang pohon pisang-raja yang berbuah, maknanya adalah : • Agar mempelai kelak menjadi pimpinan yang baik bagi keluarganya/ lingkungannya/bangsanya • Seperti pohon pisang dapat tumbuh dan hidup di mana saja maka diharapkan bahwa mempelai berdua pun dapat hidup dan menyesuaikan diri di lingkungan mana pun juga dan berhasil (berubah) b) Sepasang Tebu Wulung Tebu : antipening kalbu = tekad yang bulat Wulung : mulus = matang Maknanya, dari mempelai diharapkan agar segala sesuatu yang sudah dipikir matang-matang dikerjakan/dilaksanakan dengan tekad yang bulat, pantang mundur (“mulat sarira hangrasawani”) c) Dua janjang kelapa gading yang masih muda Kelapa gading : Kelapa yang kulitnya kuning Kelapa muda : cengkir Maknanya, kencengin pikir = kemauan yang keras Dari mempelai diharapkan agar memiliki “kemauan yang keras” untuk dapat mencapai tujuan d) Daun : beringin Daun...
#2: Rangkaian Upacara Pernikahan Adat Jawa

#2: Rangkaian Upacara Pernikahan Adat Jawa

Rangkaian upacara pernikahan adat Jawa dapat diuraikan dari awal sampai akhir sebagai berikut : Upacara siraman pengantin putra-putri Upacara malam midodareni Upacara akad nikah / ijab kabul Upacara panggih / temu Upacara resepsi Upacara sesudah pernikahan Penjelasan dari rangkaian upacara tersebut adalah: 1. Upacara Siraman Pengantin Putra-putri Upacara siraman ini dilangsungkan sehari sebelum akad nikah (ijab kabul). Akad nikah dilangsungkan secara/menurut agama masing-masing dan hal ini tidak mempengaruhi jalannya upacara adat. Langkah-langkah yang perlu diperhatikan pada upacara siraman adalah : a) Siraman Pengantin Putri  Pengantin putri pada upacara siraman sebaiknya mengenakan kain dengan motif Grompol yang dirangkapi dengan kain mori putih bersih sepanjang dua meter dan pengantin putri rambutnya terurai. Yang bertugas menyiram pengantin putri adalah : Bapak dan Ibu pengantin putri, disusul Bapak dan Ibu pengantin putra, diteruskan oleh orang-orang tua serta keluarga yang dianggap telah pantas sebagai teladan. Siraman ini dilanjutkan dan diakhiri juru rias dan paling akhir adalah dilakukan oleh pengantin sendiri, sebaiknya pergunakan air hangat agar pengantin yang disirami tidak masuk angin. b) Siraman Pengantin Putra Urut-urutan upacara siraman pengantin putra adalah sama seperti sirama pengantin putri hanya yang menyiram pertama adalah Bapak pengantin putra. Setelah upacara siraman pengantin selesai, maka pengantin putra ke tempat pemondokan yang tidak jauh dari tempat kediaman pengantin putri. Dalam hal ini pengantin putra belum diizinkan tinggal serumah dengan pengantin putri. Sedangkan pengantin putri setelah siraman berganti busana dengan busana kerik, yaitu pengantin putri akan dipotong rambut bagian depan pada dahi secara merata. 2. Upacara Midodareni  Dalam upacara midodareni pengantin putri mengenakan busana polos artinya dilarang mengenakan perhiasan apa-pun kecuali cincin kawin. Dalam malam midodareni itulah baru dapat dikatakan pengantin...
#1: Kronologi Pernikahan Adat Jawa

#1: Kronologi Pernikahan Adat Jawa

Pernikahan adat Jawa melalui beberapa tahap yang harus dilalui, mulai dari tahap pembicaraan hingga tahap yang paling penting yaitu akad nikah. Seperti apa rangkaian tahap tersebut? Simak ulasan berikut ini. 1. Congkok Pihak laki-laki mengirimkan seseorang sebagai perwakilan untuk menanyakan dan mencari informasi tentang kondisi dan situasi calon besan yang puterinya akan dilamar. Hal ini untuk mengetahui status calon mempelai perempuan, apakah masih sendiri atau ada pihak yang mengikat. 2. Salar Beberapa waktu  kemudian, pihak laki-laki mengirimkan utusan lagi, baik utusan yang pertama pada acar congkok atau orang lain. Pada acar ini, jawaban pada acara Congkok akan ditanyakan dan haru  dijawab oleh pihak perempuan. 3. Nontoni Setelah keluarga/orangtua calon mempelai perempuan memberikan jawaban persetujuan, maka keluarga beserta calon mempelai pria datang berkunjung ke rumah calon mempelai wanita untuk saling “dipertontonkan”. 4. Ngalamar Pada acara ini, orang tua calon mempelai pria datang untuk melamar pada hari yang telah ditetapkan. Pada acara ini biasanya langsung dibicarakan waktu hari pernikahan dan kapan dilakukan rangkaian upacara pernikahan. 5. Srah-Srahan Pihak laki-laki memberikan seperangkat perlengkapan berupa barang-barang yang masing-masing memiliki arti dan makna mendalam. Barang tersebut antara lain adalah cincin, seperangkat busana wanita, perhiasan, makanan tradisional, buah-buahan, daun sirih dan uang. 6. Peningsetan Untuk mengikat antara kedua calon mempelai dan keluarga maka diadakan acara peningsetan yang ditandai dengan tukar cincin oleh kedua calon mempelai. 7. Asok Tukon Acara ini adalah penyerahan dana berupa sejumlah uang untuk meringankan keluarga calon mempelai wanita dalam mempersiapkan acara pernikahan. 8. Paseksen Prosesi ini adalah permohonan doa restu kepada dan yang menjadi saksi pada acara ini adalah mereka yang hadir namun ada juga pihak yang ditunjuk menjadi saksi secara...
Cara Membuat Sanggul Bokor Mengkurep

Cara Membuat Sanggul Bokor Mengkurep

Sanggul Paes Ageng Yogyakarta disebut sanggul Bokor Mengkurep,  bentuknya njeruk sak ajar. Disebut demikian karena bentuknya seperti buah  jeruk bila dibuka kulitnya. Berikut adalah langkah-langkah atau cara membuat sanggul bokor mengkurep : (a) Mengambil lungsen . Caranya dengan mengambil rambut di atas ubun-ubun selebar satu jari, dan diukel kecil kemudian dijepit agar tidak terlepas di atas ubun-ubun. (b) Rambut disisir rapi ke belakang, kemudian diikat setinggi telapak tangan dari tumbuhnya rambut bagian bawah atau tengkuk. (c) Memasang rajut pandan,  yaitu rajut yang diisi dengan irisan daun pandan. Besar kecilnya disesuaikan dengan kepala pengantin. Sebagai pedoman besarnya sanggul ditentukan dari panjangnya rajut kurang lebih dua kilan. Rajut pandan dipasang melingkari ikatan rambut, ujung pangkalnya sebaiknya diletakkan di bagian bawah ikatan rambut, kemudian diperkuat dengan harnal dua buah. (d) Rambut pengantin digunakan untuk menutupi seluruh rajut pandan sampai rata dan dirapikan. Caranya rambut yang diikat dibagi menjadi tiga  bagian, kemudian ditutupkan di bagian atas terlebih dahulu, dibantu dengan harnal agar kuat dan untuk membentuk sanggul. Baru berikutnya tutupkan pada bagian kanan dan kiri sambil diratakan sehingga rajut pandan tertutup seluruhnya. (e) Lungsen dibuka dan dibawa membelah sanggul menjadi dua. Yang di bawah sanggul dikuatkan dengan harnal, agar letak belahan sanggul tetap stabil. Kemudian lungsen diputarkan ke arah kiri sanggul sampai habis. Jarak sanggul dengan tengkuk kurang lebih dua jari. (f) Memasang teplok atau rajut melati. Rajut ini berbentuk bujur sangkar, sisinya berukuran kurang lebih 25 cm. Sebelum dipasang, teplok diberi tali melingkar pada bagian tepinya, agar bila dipasang menjadi kuat. Cara memasang teplok adalah dengan menutup/membungkus sanggul pandan, bagian tali jatuh di bagian atas kemudian tali diikat. (g) Kedua tali ditarik...